Monday, April 25, 2011

Seperti kuning

Kuning merunduk mengadu pada tanah
Membiaskan semburat cokelat pada kecewa
Entah apa yang ada di pikiran sang matahari
Memilih tenggelam saat bulan menyembul naik

Hukum alam
Atau takdir
Yang mereka sebut dengan 'tak ada kehidupan saat matahari dan bulan suatu saat berjabat tangan'
Kemungkinan yang nihil berarti

Ah...
Semuanya sama sinisnya terdengar ditelinga
Sebaiknya aku mulai memejamkan mata
Dan ikut kuning mengadu pada tanah

Tidak perlu berbaik hati dengan berkata 'inilah hidup'
Karena kita pun sama sedang hidup
Entah sampai kapan

Senandung ini tampak kosong dimataku

1 comment:

  1. Sudah tidak ada postingan lagi kah?
    ah sepertinya sudah di tinggal oleh pemiliknya

    ReplyDelete